Tari Lilin Siwa digarap kembali oleh Bunda Elly Rudy (76) Maestro Tari dari Palembang, Sumatera Selatan

Tari Lilin Siwa digarap kembali dan dikembangkan lagi pada sekitar tahun 1960an oleh Bunda Elly Rudy (76) Maestro Tari dari Palembang, Sumatera Selatan. Bunda Elly Rudy adalah pencipta Tari Tanggai tahun 1965.
Keunikan tari Lilin Siwa yang ditarikan oleh wanita remaja berusia kurang lebih 15 tahun adalah pada properti yang digunakan para penari yaitu piring dan lilin. Lilin yang menyala di piring diletakkan di kepala, kedua telapak tangan, di jemari tangan, lengan bagian atas dan di kepala penari yang menari di atas piring, sehingga menimbulkan nilai estetis berupa keunikan-keunikan, baik pada pola lantai maupun geraknya yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi dan keseimbangan tubuh yang baik. 

Gerakan Tari Lilin Siwa yang lebih banyak menggunakan gerakan tangan yang menggunakan properti piring dan lilin, dengan gerakan yang lemah gemulai melambangkan kelembutan para gadis Palembang yang mengalir seperti aliran sungai Musi. Sampai saat ini tari Lilin Siwa masih terus dipelajari, ditampilkan, diminati dan dilestarikan.

Comments

Popular posts from this blog

Tari Tanggai ciptaan Maestro Tari Sumsel Bunda Elly Rudy tahun 1965 dalam tradisi penyambutan Bapak Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI M. Naudi Nurdika, S.I.P., M.Si., M.Tr (Han)

Momen indah kebersamaan Bunda Elly Rudy (76) Maestro Tari dari Palembang, Sumatera Selatan, pencipta Tari Tanggai tahun 1965 dan Ibu Fitrianti Agustinda, S.H., mantan Wakil Wali Kota Palembang, pemilik Sanggar Seruni

Kegiatan Workshop Tari Tanggai Nasional di Universitas PGRI Palembang